OKU TIMUR – Sebuah peristiwa mengerikan terjadi di lingkungan rumah ibadah. Seorang pria lanjut usia tewas setelah mengalami penyiksaan dan penusukan di area Masjid Pondok Pesantren Romadhon, Desa Kotabaru Barat, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur. Kejadian berlangsung pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 17.59 WIB, menjelang waktu salat Maghrib.
Korban diketahui bernama Roni Bin Sahuri (70), warga Batumarta Unit 13. Saat kejadian, korban sedang duduk santai di pelataran masjid bersama seorang santri.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, pelaku berinisial RH (24), warga setempat, datang dengan gelagat yang mencurigakan. Pelaku terlihat berniat jahat dan langsung bertindak kasar.
“Pelaku sempat mengusir orang yang berada di dekat korban sebelum melakukan aksinya. Dia menyuruh orang-orang pergi, lalu langsung menyerang korban secara brutal,” ungkap salah satu saksi, Muhammad Ulil Alpab.
Korban yang sudah berusia lanjut sempat berusaha menghindar, namun tak mampu melawan serangan pelaku. Akibatnya, korban tewas di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan di kalangan santri dan warga sekitar, mengingat kejadian terjadi di tempat suci menjelang waktu ibadah. Salah satu pengurus pesantren, Ustad Mifta, mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat kabar dari warga.
Uniknya, setelah melakukan aksinya, pelaku tidak berusaha melarikan diri. Ia langsung diamankan oleh massa yang berada di lokasi sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polres OKU Timur, IPTU Rendi Ramadona, SH, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar, telah terjadi tindak pidana penusukan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pelaku sudah kami amankan di Polres OKU Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut. Pihaknya masih menyelidiki motif di balik pembunuhan yang dilakukan secara sadis di area masjid itu.
“Untuk motif masih dalam penyelidikan. Kami akan mendalami keterangan saksi-saksi serta pelaku untuk mengetahui latar belakang kejadian ini,” pungkasnya.













